Share yuk !

Peluncuran game paling ambisius milik CD Projekt Red (CDPR), Cyberpunk 2077 dinodai dengan sejumlah masalah yang dialami para pemain game di konsol generasi terakhir, PlayStation dan Xbox One. Hal ini turut berimbas pada proyeksi penjualan Cyberpunk 2077 selama 12 bulan ke depan.

Dikutip dari Bloomberg, rata-rata perkiraan penjualan 12 bulan Cyberpunk 2077 dari sembilan analis yang disurvei turun dari 30 juta kopi pra-rilis menjadi 25,6 juta minggu ini. Masalah teknis dan respon negatif telah mengakibatkan harga saham CD Projekt turun lebih dari sepertiga setelah game tersebut dirilis, 10 Desember lalu.

Hal ini berimbas pula dengan 34 persen saham pendirinya senilai sekitar 3 miliar USD, yang disebut-sebut telah turun sebesar 1 miliar USD atau sekitar Rp14 triliun. Padahal, saat peluncuran CD Projekt mengklaim bahwa Cyberpunk 2077 terjual 8 juta kopi melalui pre-order saja, dan cukup untuk “balik modal” alias menutupi biaya pengembangan game, biaya pemasaran dan promosi.

Game yang sangat dinanti ini sempat mengalami tiga kali penundaan. Meskipun versi PC sebagian besar diapresiasi dengan baik walau terdapat banyak kendala bug dan glitch, kinerja game di konsol generasi terakhir mendapat banyak kritik dari gamer dan media.

CD Projekt meminta maaf atas performa mengecewakan game ini di PS4 dan Xbox One, serta berjanji untuk meningkatkan pengalaman keseluruhan melalui pembaruan yang akan datang. Mereka bahkan menawarkan pengembalian dana (refund) bagi para gamer yang tidak ingin menanti perbaikan tersebut. Sayangnya, seperti diberitakan GAMEFINITY.ID sebelumnya, beberapa gamer tidak bisa mendapatkan refund seperti yang dijanjikan CDPR, karena tidak memenuhi kebijakan syarat ketentuan dari PlayStation dan Xbox.

Share yuk !