Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Jika sebelumnya agen dari Zlatan Ibrahimovic, Mino Raiola ingin melakukan gugatan hukum terhadap EA Sports lantaran telah menggunakan citra kliennya untuk game FIFA 21, situasi sebaliknya justru terjadi untuk game Football Manager 21 (FM21). Miles Jacobson, Studio Director dari Sports Interactive (SI), pengembang dari serial game Football Manager mengatakan, pihaknya pernah ditawari suap dari agen pemain supaya klien mereka memiliki rating lebih baik.

Berbicara dalam acara The Football Manager Show, podcast dari The Athletic, Miles Jacobson mengakui hal itu dialaminya berkali-kali. Walau begitu, dirinya mengaku telah menolak sogokan itu dengan tegas.

“Saya pernah mendapat tawaran dari seorang agen yang mencoba menyuap. Sekarang orang itu tidak pernah menanyakannya lagi, karena dia tahu saya bukan orang yang bisa disuap. Ini adalah fakta bahwa begitu banyak klub menggunakan data kami sehingga orang ingin direpresentasikan secara positif dalam permainan.”

Jacobson mencium aroma bisnis di balik tawaran suap ini. Kemungkinan, pemain yang memiliki peringkat yang lebih tinggi tentunya akan memudahkan para agen untuk mengamankan transfer sang klien ke klub besar. Ujung-ujungnya, harapannya adalah sang pemain akan mendapat biaya transfer yang lebih tinggi dan para agen akan mendapat keuntungan dari proses transfer itu.

Jacobson juga mengklaim, beberapa pemain pernah mengirim pesan kepadanya tentang statistik atau atribut mereka dalam game, meskipun selalu dengan kata “lol” di akhir pesan.

Football Manager sendiri memang memiliki reputasi sebagai game yang kerap dijadikan referensi untuk menggali bakat baru di dunia sepak bola. Jacobson menyebut, Andre Villas-Boas sebagai manajer profesional pertama yang mengakui secara terbuka telah menggunakan game FM untuk mencari pemain. Sebelumnya, manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho juga kedapatan sebagai pemain dari game Football Manager. Hal ini ditemukan dalam serial dokumenter Amazon, All or Nothing: Tottenham Hotspur.

Share yuk !