Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic menuding EA Sports telah meraup keuntungan dengan menggunakan nama dan wajahnya dalam game FIFA 21 tanpa persetujuan dirinya. Hal ini direspon oleh penyerang pinjaman Tottenham Hotspur dari Real Madrid, Gareth Bale yang mendukung adanya penyelidikan. Terkait hal ini, FIFPro dan EA memiliki penjelasannya untuk menjawab tudingan Ibra.

Sekadar informasi, FIFPro merupakan organisasi pesepak bola profesional. Organisasi itu menaungi para pesepak bola profesional di seluruh dunia, dengan total 65 asosiasi anggota di seluruh dunia. Dalam laman resminya, FIFPro mencantumkan prinsip-prinsip resmi yang memuat pernyataan berbunyi, “Nama, citra, dan penampilan seorang pemain hanya dapat digunakan dengan izin yang bersangkutan, yang diberikan secara cuma-cuma.”

Ibrahimovic mengklaim dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan FIFPro, namun nyatanya ia masuk dalam FIFPro World XI pada 2013 dan pada tahun berikutnya ia hadir di Zurich untuk menerima penghargaan itu pada seremoni Ballon d’Or.

Sementara itu, untuk serial game FIFA, Ibrahimovic dan Bale telah beberapa kali tampil di game tersebut. Bale bahkan pernah berada pada sampul FIFA 14 bersama bintang Barcelona Lionel Messi. Pada awal 2020, EA Sports selaku produsen gim FIFA mengumumkan kerja sama eksklusif dengan klub Ibrahimovic, AC Milan. Sementara itu Bale memiliki tim Esports-nya sendiri, Ellevens Esports, yang telah ambil bagian dalam kompetisi-kompetisi FIFA.

“EA Sports FIFA merupakan video gim sepak bola terkemuka di dunia, dan untuk menciptakan pengalaman otentik, selama bertahun-tahun kami bekerja dengan sejumlah liga, sejumlah tim, dan talenta individual untuk mengamankan hak-hak para pemain untuk dimasukkan ke dalam gim kami,” dikutip dari EA Sports dalam pernyataannya kepada BBC Sports Wales.

Selanjutnya EA Sports menyatakan bahwa salah satu kerja sama itu dijalin dengan FIFPro, yang bermitra dengan sejumlah pemegang lisensi untuk menegosiasikan kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan para pemain dan organisasi. FIFPro menegosiasikan kesepakatan untuk menjual hak nama dan citra atas nama nama negara anggota dan para pemain. Di negara-negara yang bukan anggota, FIFPro dapat melakukan kesepakatan khusus dengan pemain, klub, atau liga-liganya.

Sebagai contoh, klub-klub Liga Inggris menjual hak lisensi mereka untuk video gim secara kolektif, sedangkan klub-klub Liga Italia tidak seperti itu. Sehingga dapat terjadi kerja sama eksklusif dengan klub Ibrahimovic, Milan, sedangkan di sisi lain juara bertahan Liga Italia Juventus tidak masuk dalam gim FIFA 21 karena telah bekerja sama dengan gim kompetitor, Pro Evolution Soccer.

Seri-seri gim FIFA merupakan salah satu video gim paling populer di seluruh dunia. Pada 2018, mereka menjual lebih dari 260 kopi. Pada edisi terkininya, FIFA 21, gim itu menampilkan lebih dari 7.000 pemain, 700 tim, dan akses berlisensi resmi untuk memainkan sejumlah kompetisi papan atas seperti Liga Inggris dan Liga Champions.

Share yuk !