Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Dibalik ramainya game Genshin Impact, ternyata terselip sebuah kontroversi dimana MiHoYo selaku developer melakukan sensor beberapa keyword di fitur chatnya. Sensor keyword tentu sangatlah wajar jika hanya untuk melarang penggunaan kata-kata kotor agar komunitas dari game Genshin Impact tetap terjaga. Namun pembatasan yang dilakukan MiHoYo kali ini tidak wajar karena mensensor kata-kata seperti Taiwan, Hongkong, Putin, Hitler, Stalin dan Falun Gung.

Tentu tidak sedikit gamers yang bertanya-tanya kenapa hal tersebut dilakukan oleh MiHoYo. Untuk menjawabnya, Daniel Ahmad selaku analis dari Niko Partners akhirnya buka suara melalui akun Twitter pribadinya.

Menurut Daniel, MiHoYo merupakan pengembang game yang berbasis di Tiongkok yang tentunya harus mengikuti regulasi di negaranya. Produk game yang dibuat oleh MiHoYo tidak boleh ada konten yang mengancam persatuan nasional Tiongkok. Selain itu, game yang berasal dari Tiongkok memang melarang penggunaan kata-kata seperti Taiwan, Hongkong, dan lainnya. Seperti yang dilansir GAMEFINITY.ID dari laman PCGamer (8/10/2020).

MiHoYo sukses besar berkat game Genshin Impact. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Daniel, MiHoYo kemungkinan besar sudah meraup keuntungan sebesars USD 50 juta atau setara dengan 738 Miliar Rupiah di minggu pertama setelah game bergenre Action RPG tersebut dirilis.

Share yuk !