Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Perusahaan game asal Jepang, Nintendo pada Kamis (5/11/2020) melaporkan peningkatan laba lebih dari 3 kali lipat pada semester pertama tahun fiskal 2020. Perusahaan dibalik game Super Mario dan Pokemon ini berhasil meraup keuntungan seiring semakin banyaknya masyarakat yang bermain game ketika diminta tinggal di rumah selama pandemi COVID-19.

Dikutip GAMEFINITY.ID dari AP News, keuntungan Nintendo Co. yang berbasis di Kyoto selama enam bulan yang berakhir 30 September 2020 melonjak menjadi 213 Miliar yen atau sekitar Rp29,5 triliun (asumsi 1 yen = Rp138,73), naik dari 62 miliar yen atau Rp8,6 triliun pada periode yang sama setahun yang lalu. Penjualan selama enam bulan melonjak menjadi 769 miliar yen (Rp106,6 triliun) dari 444 miliar yen (Rp61,6 triliun).

Nintendo menyebut penjualan game Super Mario 3D All-Stars selama periode itu mencapai lebih dari 5 juta unit untuk Nintendo Switch. Sementara game Paper Mario: The Origami King mencapai 3 juta unit. Adapun Mario Kart 8 Deluxe yang dirilis pada 2017 masih membukukan penambahan penjualan sebanyak 2,25 juta unit, sekaligus memperkokoh rekornya sebagai game Switch terlaris dengan total penjualan 28,99 juta unit.

Rekor Mario Kart 8 Deluxe kini dibuntuti oleh Animal Crossing: New Horizons yang dirilis pada Maret lalu. Secara global, serial kelima dari Animal Crossing ini membukukan penjualan sebanyak 26,04 juta unit.

Nintento juga mengklaim unduhan online dan penjualan produk game seluler Nintendo juga mengalami hasil positif di periode ini. Diharapkan tren ini terus berlanjut di periode berikutnya. Nintendo berharap game-game baru garapan mereka, seperti Pikmin 3 Deluxe juga bisa memperkokoh pendapatan mereka.

Dengan tren positif ini, Nintendo optimistis dengan menaikkan perkiraan laba setahun penuh hingga Maret 2021 menjadi 300 miliar yen (sekitar Rp41,6 triliun), naik dari proyeksi laba sebelumnya sebesar 200 miliar yen (sekitar Rp27,8 triliun). Jika perkiraan ini tercapai, maka laba Nintendo selama tahun penuh fiskal akan meningkat 16 persen dari laba sebesar 259 miliar yen (Rp35,9 triliun) yang tercatat di tahun fiskal sebelumnya.

Pandemi COVID-19 memang telah berdampak pada berbagai sektor perekonomian secara global. Walau begitu, di Jepang ada beberapa sektor yang masih mengalami pertumbuhan positif, seperti ritel online dan layanan hiburan di rumah.

Share yuk !