Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Rhythm games, bagi sebagian orang pasti akan merasa asing dengan genre game ini. Rhythm games bukanlah sebuah genre yang begitu terkenal seperti FPS dan RPG, namun rhythm game sendiri, pernah memuncaki rekor penjualan di AS pada tahun 2000-an. Bahkan game yang pertama kali menyentuh angka penjualan sebesar $1 Miliar. Penasaran dengan Rhythm Game? Mulai langsung saja pembahasannya

Apa itu Rhythm Game?

Menurut wikipedia, rhythm game merupakan game yang menantang indera pemain dalam bermusik dengan mengharuskan para pemain untuk menekan tombol sesuai arahan yang ada. Ya, rhythm game tidak akan pernah berubah dan memang sudah kaidahnya seperti itu.

Menekan sebuah notes ketika waktunya sudah tiba secara beurutan, begitulah rhythm game pada intinya.

Sejarah Rhythm Game

Parappa the Rapper | Youtube Gameoverse Rhythm
Gambar Parappa the Rapper | Youtube Gameoverse

Rhythm game yang benar-benar mengusung tema sesuai dengan pengertian di atas merupakan game berjudul “PaRappa the Rapper” yang dirilis oleh Sony pada tahun 1996 untuk konsol PlayStation 1.

Game ini sendiri terkesan sederhana namun meyakinkan dengan konsep baru yang dapat dibilang fresh. “PaRappa the Rapper” menjadi cikal bakal Rhythm Game di masa selanjutnya.

Pada 1997, Konami merilis sebuah arcade game yang juga mengusung genre rhythm, yaitu Beatmania. Beatmania sendiri merupakan rhythm game yang mengusung tema DJ dimana pemain diberi controller khusus untuk bermain. Pada 1999, saudara dari Beatmania, Guitar Freaks dan Drummania, dirilis di tahun yang sama oleh Konami.

DrumMania dan Guitar Freaks diberi pembaruan setiap tahunnya oleh Konami dan kini masih eksis dengan judul “GITADORA”

Dan tidak lupa, hadirnya “Dance Dance Revolution” yang menjadi sensasi di Jepang maupun AS. Hingga saat ini, “DDR” masih eksis dengan judul “SuperNOVA”.

Masuk ke tahun 2000-an, sebuah developer game asal AS, Harmonix, menggemparkan pasar AS dengan merilis game besutannya yang dikerjakan bersama dengan RedOctane, “Guitar Hero”.

Game ini menjadi salah satu sensasi dan menandakan bangkitnya rhythm game di era tahun 2000-an. Hal ini juga dilanjutkan oleh penerusnya, yaitu Guitar Hero II dan III.

Baca Juga: Isometric Persfective Game. Penjelasan dan Rekomendasinya

“Guitar Hero III” menjadi game yang meraih pendapatan kotor di angka $1 Miliar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pada akhir tahun 2009, pamor rhythm game meredup. Meskipun begitu, data menunjukkan bahwa 3 dari 5 game dengan pendapatan terbanyak di dekade tersebut, diraih oleh rhythm game.

Memasuki tahun 2010-an hingga saat ini, rhythm game mulai dikenal oleh sebagian orang meskipun tidak sepopuler dulu. Game seperti “Rockband” yang merupakan salah satu rhythm game tersukses juga terus mendapatkan update dan sequel oleh Harmonix.

Osu View | Personal Archive Rhythm
Saya yang Kewalahan Main Level 5 Judgelight di Osu | Personal Archive

Game rhythm lainnya seperti “Osu!” juga mulai melambungkan namanya pada tahun-tahun tersebut.

Hingga saat ini, mulai banyak rhythm game yang kita kenal.

Di PC ada “Osu!” yang mempunyai beberapa mode lainnya seperti “Osu! Mania” dan “Osu! Taiko”.

Untuk VR, ada rhythm game yang dikenal dunia yaitu “Beat Saber” yang berbeda dengan yang lain, game ini menggunakan pedang virtual untuk memukul blok.

Apalagi di mobile, jangan tanya, sudah banyak contohnya. Masih mau mendengar contohnya? Oke saya sebutkan satu-satu

Bang Dream dan D4DJ bersaudari dari publisher Bushiroad.

Cytus, Deemo, dan Voez oleh Rayark International.

Project Sekai yang di-publish oleh Sega dan memiliki developer yang sama dengan Bang Dream, CraftEgg.

Dan juga saingan Love Live yang berasal dari publisher yang sama dengan Bang Dream, Bushiroad.

Dan satu lagi rhythm game yang belum pernah saya lihat ada microtransaction di dalamnya, yaitu Phigros

Baca Juga: Jangan Dilewatkan! Kolaborasi Love Live SIF dan Code Geass Dihiasi Banyak Konten Menarik

Macam-macam Gameplay Rhythm Games

Bandori View | Personal Archive Rhythm
Saya yang Mencoba Bermain “My Dearest” di Level Expert | Personal Archive

Seperti yang kita tahu, gameplay dari rhythm games ada bermacam-macam.

Mulai dari game yang mengharuskan kita untuk menjadi aktif seperti Dance Dance Revolution dan Beat Saber.

Ada juga yang menggunakan controller yang dimiripkan dengan alat musik asli seperti Guitar Hero, Rockband, dan Osu! Taiko.

Ada Osu! yang unik dengan diwajibkannya kita untuk berfokus mengarahkan cursor dan menekan tombol sesuai ritme di saat yang sama. Dan game semodel dengan Osu! yang sama-sama membentuk lingkaran sebagai indikator ritme yang dapat dimainkan di konsol, yaitu Hatsune Miku Project Diva di PSP.

Ada yang punya model seperti petualangan dengan note yang mengarah ke samping seperti Muse Dash.

Dan ada yang seperti game rhythm biasanya, yaitu menunggu note untuk sampai ke garis dan menekan tombolnya sesuai irama seperti Bang Dream & D4DJ, Osu! Mania, Phigros, dan Voes

Penutup

Rhythm games, sebuah genre yang dikenal dengan para pemainnya yang seperti kerasukan setan dan ambisi untuk menyelesaikan sebuah level. Pada nyatanya bukanlah sebuah genre yang dapat dianggap sebelah mata.

Prestasi yang didapat oleh genre ini juga tidak dapat dianggap sepele. Namun, memang saat ini rhythm game hanya terlihat sebagai sebuah genre pelengkap saja tanpa mengelak kenyataan.

Tapi bukan berarti, rhythm game tanpa peminat ya! Osu! masih hidup hingga sekarang dikarenakan komunitasnya yang masih sangat aktif.

Share yuk !