Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Sistem gacha maupun lootbox sudah menjadi sesuatu yang umum pada game-game era modern ini. Jika kita perhatikan, hampir 80% game berbasis multiplayer saat ini menggunakan sistem gacha. Seiring waktu penggunaan sistem gacha pada game di berbagai platform semakin menjamur.

Praktik sistem gacha sendiri menuai berbagai macam reaksi pro dan kontra. Banyak yang menganggap bahwa sistem gacha dan lootbox merupakan sistem yang jahat dan menumbuhkan sifat adiktif. Namun ada juga yang menganggap sistem gacha sangat seru dan menimbulkan sensasi yang menyenangkan ketika mendapatkan item langka.

Awal Mula Sistem Gacha

Sistem Gachapon dalam MapleStory

Meskipun sistem gacha populer pada game modern, ternyata sistem gacha dan lootbox sudah ada sejak tahun 2004. Game yang dikenal pertama kali menggunakan sistem ini adalah MMORPG dari Jepang bernama MapleStory pada bulan Juni 2004. Di dalam game MapleStory terdapat item yang bernama “Gachapon Ticket” dimana pemain dapat membeli Ticket tersebut seharga 100 Yen dan pemain mendapatkan item secara acak.

EA Memperkenalkan Lootbox

FIFA 09 Ultimate Team

Kemudian EA Games untuk pertama kalinya memperkenalkan sistem lootbox dalam game terbarunya yaitu Ultimate Team FIFA 09. Ultimate Team adalah sebuah game mode pada FIFA 09 dimana pemain dapat membeli Player Packs untuk mendapatkan berbagai kartu pemain sepakbola dan menyusun pemain-pemain tersebut untuk membentuk tim terkuat. Sistem ini mendatangkan keuntungan yang banyak bagi EA dan fitur Ultimate Team masih digunakan pada game FIFA sampai saat ini.

Valve Mulai Melirik Lootbox

CSGO Case

Menengok kesuksesan EA, berbagai developer raksasa seperti Valve mulai menerapkan sistem ini pada game multiplayer mereka. Pada tahun 2010, Valve menggunakan sistem Lootbox pada game multiplayer terbarunya yaitu Team Fortress 2 dan berlanjut pada tahun 2013 pada Dota 2 dan CSGO. Sistem lootbox yang digunakan Valve hanya khusus mencakup item kosmetik saja agar tidak ada model Pay to Win dalam game-game multiplayer milik Valve.

Puncak Kejayaan Lootbox

Lootbox Overwatch

Puncak kesuksesan Lootbox dan Gacha terjadi pada tahun 2016 ketika Blizzard merilis game multiplayer mereka, Overwatch. Kepopuleran Overwatch di Amerika Utara berhasil meningkatkan penjualan baik game maupun in-game sales Overwatch. Tercatat Overwatch berhasil meraup keuntungan sebesar 1 miliar USD hanya dari penjualan lootbox dan berbagai microtransaction.

Fenomena Lootbox Overwatch mengakibatkan game-game dengan sistem gacha dan lootbox semakin meluas. Pada tahun 2016 dan 2017 saja tercatat sekitar 15 game mulai menggunakan sistem gacha maupun lootbox. Mulai dari PUBG, Forza Motorsport 7, FIFA 17, Gears of War 4, dan lain-lain. Dan kini, sistem gacha dan lootbox sudah menjadi standar pada game multiplayer.

Itu tadi sedikit tentang sejarah terciptanya sistem lootbox dan gacha. Terlepas dari segala kontroversinya, sistem ini memang menjadi salah satu sistem monetisasi paling berpengaruh dalam sejarah game. Dan kita tentunya berharap semoga penerapan sistem lootbox dan gacha tetap memperhatikan konsumen dan menjaga iklim perkembagan game yang baik.

Share yuk !