Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – PUBG Mobile secara resmi menghentikan operasinya di India mulai Jumat (30/10/2020) setelah perintah dari pemerintah negara tersebut. Game garapan Tencent itu menjadi salah satu dari 118 aplikasi asal China yang dilarang oleh Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India pada bulan September. Aplikasi lainnya yang juga dilarang termasuk Baidu, WeChat Work hingga TikTok. Larangan ini merupakan buntut dari konflik antara militer China dan India terkait sengketa perbatasan Himalaya.

Pemerintah India khawatir dengan privasi dan keamanan nasional terkait penggunaan aplikasi perusahaan China. Tencent Games sendiri dalam pernyataan resmi seperti dikutip dari situs resmi PUBG Mobile mengklaim selalu memprioritaskan untuk melindungi data pengguna dan mematuhi undang-undang pemerintah setempat.

“Semua informasi permainan pengguna diproses secara transparan seperti yang diungkapkan dalam kebijakan privasi kami. Kami sangat menyesali keputusan ini, dan dengan tulus berterima kasih atas dukungan dan cinta Anda untuk PUBG Mobile di India.”

 

Tak lama setelah pelarangan PUBG diusulkan, studio nCore Games yang berbasis di Bangalore mengumumkan akan meluncurkan game bergenre battle royale serupa bernama Fearless And United – Guards atau FAU: G. Uniknya, game ini akan menampilkan konten berdasarkan pertempuran dunia nyata India dengan militer China di Lembah Galwan. Belum ditentukan kapan tanggal perilisan game ini, namun twitter resmi nCore Games menyebut FAU-G akan diluncurkan pada November ini.

PUBG sendiri sempat mendapat sorotan di Indonesia, usai 2019 lalu Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh mengeluarkan fatwa haram bagi para pemain PUBG. Belum lama ini, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian menyebut para pelanggar fatwa tersebut layak mendapatkan hukuman cambuk.

Share yuk !