Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – PlayerUnknown’s Battlegrounds atau yang biasa dikenal PUBG Mobile, berencana kembali ke India setelah sebelumnya memutuskan untuk pamit pada akhir Oktober lalu. PUBG menjadi salah satu dari 118 aplikasi asal China yang dilarang oleh Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India pada bulan September.

Seperti dikutip GAMEFINITY.ID dari TechCrunch, perusahaan induk PUBG Corporation, Krafton memiliki kesepakatan global dengan Microsoft. Kerja sama dengan Microsoft ini mencakup game PUBG Mobile yang akan menjadi bagian dari Microsoft Azure. Sekadar informasi, Microsoft saat ini memiliki tiga pusat data di India.

Menurut sumber yang dirahasiakan identitasnya, PUBG Corporation juga menjalin kontak dengan para streamer ternama di India soal rencana mereka kembali ke India sebelum akhir tahun ini. PUBG Mobile dimainkan sekitar 50 juta pengguna di negara tersebut, sebelum India melarang aturan aplikasi dari China. Larangan ini merupakan buntut dari konflik antara militer China dan India terkait sengketa perbatasan Himalaya.

Game PUBG Mobile di India diterbitkan oleh Tencent, berada di server Tencent Cloud sebelum larangan tersebut. Beberapa waktu lalu PUBG Corporation memutus penerbitan dengan Tencent di India, yang mengakibatkan game tersebut tidak lagi bisa dimainkan di India. Pemerintah India khawatir dengan privasi dan keamanan nasional terkait penggunaan aplikasi perusahaan China.

Tak lama setelah pelarangan PUBG diusulkan, studio nCore Games yang berbasis di Bangalore mengumumkan akan meluncurkan game bergenre battle royale serupa bernama Fearless And United – Guards atau FAU: G. Uniknya, game ini akan menampilkan konten berdasarkan pertempuran dunia nyata India dengan militer China di Lembah Galwan.

Share yuk !