Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kesaktian Dadang Subur alias Dewa Kipas dalam bermain catur online ternyata tidak terbukti di dunia nyata. Menghadapi Grand Master wanita Irene Kharisma Sukandar dalam permainan rapid chess offline, Subur kalah telak 0-3.

Satu persatu netizen yang awalnya mendukung Dewa Kipas kini mulai beralih haluan. Tudingan curang kini menyorot pada sang anak, Ali Akbar yang diduga mengendalikan akun Dewa Kipas saat bermain di Chess.com.

Ali pun mengakui bahwa dirinya yang memang mengendalikan akun Dewa Kipas. Pasalnya, menurut Ali, Dadang Subur yang merupakan pensiunan pegawai BUMN itu benar-benar buta teknologi. Namun Ali membantah mengendalikan permainan sang ayah.

“Saya memang mengendalikan Akunnya, tapi saya tidak mengendalikan permainannya. Benar-benar buta dengan teknologi kalau bukan saya yang mengajari duluan. Akun Dewa_Kipas itu saya yang buat, saya yang beri nama, saya yang setting permainan. Lalu saat mulai pertandingan barulah saya kasih HP-nya ke Pak Dadang untuk dimainkan,” kata Ali.

Kecurigaan terhadap kesaktian Dewa Kipas semakin tajam, lantaran alasannya saat kalah dari WGM Irene. Dadang Subur mengaku dirinya tidak terbiasa bermain rapid chess, padahal menurut statistik permainannya di Chess.com, Subur sudah terbiasa memainkan catur cepat dengan durasi 10 menit.

Dari data historis akun Dewa_Kipas di Chess.com, dikutip dari CNN Indonesia, Dewa Kipas pertama kali bergabung di Chess.com pada 6 Februari 2021, dengan pertandingan pertama tercatat pada 12 Februari menghadapi akun 2xuankhoi dalam permainan catur blitz lima menit. Dewa Kipas menang dengan akurasi 77,5.

Dari 20 partai pertama di Chess.com dengan kebanyakan partai yang dimainkan adalah catur dengan waktu 10 menit, Dewa Kipas kalah enam kali. Berlanjut ke-100 laga pertama Dewa Kipas di Chess.com, Dewa kipas membukukan 62 kemenangan, 2 remis, dan 36 kekalahan. Indikasi kecurangan Dewa Kipas seperti yang diungkap Gothamchess adalah saat bermain dari tanggal 25 Februari 2021 hingga 27 Februari 2021.

Sempat kalah tiga kali beruntun dari Damar200, Kaledteb, dan Phanvanhan2552, Dewa Kipas mencatat 26 kemenangan beruntun. Anehnya, saat itu akurasi terendah Dewa Kipas adalah 93,4 saat menghadapi Jpollekes dan yang tertinggi adalah 99,7 ketika duel lawan Maciek1959.

Sebelum berhadapan dengan Levy Rozman alias GothamChess pada 2 Maret, elo rating Dewa Kipas di Chess.com sebesar 2311 sedangkan GothamChess 2371. Dewa Kipas berhasil mengalahkan GothamChess dengan akurasi 94,8 berbanding 62,3 milik GothamChess.

Akun Dewa Kipas akhirnya diblokir setelah dilaporkan GothamChess. Ali Akbar marah-marah dan menuding Gothamchess dan pendukungnya melakukan laporan massal agar akun Dewa Kipas di-banned. Hal ini memicu kekisruhan dan netizen Indonesia banyak menyerang akun media sosial GothamChess.

Levy Rozman sendiri mengaku sempat mendapat ancaman pembunuhan, termasuk untuk kekasihnya. Hal ini berujung pada pemblokiran regional Indonesia oleh Rozman. Belakangan, setelah kekalahan Dadang dari Irene, Rozman baru membuka blokir tersebut.

Insiden ini turut mendapat perhatian dari insan catur nasional, termasuk federasi PB PERCASI dan GM Irene Kharisma Sukandar. Polemik ini akhirnya diselesaikan lewat pertandingan catur antara Irene dan Dadang yang disiarkan di akun Youtube Deddy Corbuzier. Dadang kalah telak 0-3.

Share yuk !