Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Konsol game teranyar dari Sony, PlayStation 5 bakal dirilis ke publik mulai Kamis (12/11/2020). Sejumlah media internasional mendapat kesempatan untuk menjajal lebih awal konsol generasi berikutnya tersebut. GAMEFINITY.ID mencoba untuk merangkum ulasan dari The Verge dan Tech Radar, yang membahas mengenai beragam kelebihan dan kekurangan dari PS5 saat ditinjau untuk pertama kalinya.

Baik The Verge maupun Tech Radar kompak mengomentari ukuran fisik PS5 yang dinilai terlalu besar untuk konsol game saat ini. Sekadar informasi, PS5 yang memiliki panjang 26 cm, tinggi 39 cm, lebar 10,4 cm memang tercatat sebagai konsol terbesar yang pernah dirilis Sony. PS5 memiliki bobot sekitar 4,5 kg.

Ukuran yang relatif “bongsor” ini dianggap bakal menyulitkan gamers, khususnya yang tidak terlalu memiliki ruang dalam rumah guna menempatkan PS5. Desain PS5 yang diklaim menyerupai segi lima, terbilang inovatif ketimbang konsol pada umumnya yang berbentuk “kotak” dengan sudut-sudut kaku dan simetris.

Sisi-sisi konsol tersebut ditutupi panel plastik berwarna putih yang memiliki desain melengkung. Panel putih ini bisa dicopot guna mengakses slot ekspansi SSD yang berada di baliknya. Walau begitu, Sony telah mengonfirmasi saat peluncuran nanti aksesori SSD tambahan storage belum akan tersedia. Dengan demikian, gamers harus cermat dalam mengalokasikan internal storage yang hanya bisa digunakan sekitar 667 GB dari total kapasitas 825 GB.

PlayStation 5/The Verge

Di bagian tengah, terdapat panel berwarna hitam yang berfungsi memuat saluran ventilasi udara, port USB-A, port USB-C, port Ethernet, dan port HDMI 2.1 di bagian belakang. Untuk versi standar, bagian depan akan memiliki disk drive Blu-ray untuk versi standar. Sama seperti pendahulunya, PS5 bisa diletakkan secara horisontal atau vertikal. Sony juga menyediakan dudukan plastik hitam berbentuk bundar untuk penempatan konsol.

Jika ukuran yang terlalu besar dianggap sebagai kekurangan dari PS5, salah satu kelebihan yang paling dirasakan adalah waktu muat alias loading yang sangat cepat. Hal ini disebabkan karena menggunakan media penyimpanan PS5 berbasis SSD, bukan HDD seperti di PS4.

TheVerge mengatakan game Marvel’s Spider-Man: Miles Morales bisa dimuat dalam waktu hanya perlu 17 detik. Sebagai pembanding, waktu loading Miles Morales di PS4 mencapai 1 menit 27 detik, alias nyaris 5 kali nya dari loading di PS5. Judul-judul game lain secara umum juga mencatat waktu loading yang lebih singkat, seperti Final Fantasy VII Remake yang bisa dimuat dalam waktu 35 detik, Death Stranding 54 detik, serta Genshin Impact 59 detik.

PS5 juga menggunakan AMD Zen 2 (octa-core) berkecepatan 3,5 GHz, RAM 16 GB, serta pengolah grafis AMD RDNA 2 dengan 36 compute units (CUs) dan daya komputasi sebesar 10,28 teraflops. Kemampuan hardware PS5 memungkinkan perangkat menjalankan aneka game yang mendukung resolusi dan frame rate tinggi, yaitu 8K (60fps) dan 4K (120fps).

Untuk kualitas grafis, tentu saja disebut lebih bagus dibandingkan PS4. PS5 juga mendukung teknologi ray-tracing untuk menampilkan efek pencahayaan dan pantulan obyek, dengan demikian gamers dapat mendapat kesan lebih realistis saat bermain. Keunggulan lainnya mesin PS5 tidak bising, walaupun menghasilkan tenaga yang besar.

The Verge juga memuji kontroller PS5 yang disebut DualSense. Beberapa fitur-fitur baru seperti haptic feedback dan adaptive triggers memberi efek sensasi lebih nyata untuk meningkatkan pengalaman bermain game. The Verge mencoba menjajal DualSense saat memainkan game bundling Astro’s Playroom. Haptic feedback bisa menghasilkan getaran ringan di sisi kiri atau kanan aksesori tersebut, mengikuti pijakan kaki karakter yang sedang dimainkan.

Kemudian, speaker yang tersemat di controller juga bakal memberikan sensasi suara bervariasi apabila pengguna berjalan di permukaan berbeda, misalnya ketika melewati jalan aspal, pasir, bersalju, dan lain sebagainya.

DualSense/The Verge

Adaptive triggers sendiri merupakan tombol L1/L2 dan R1/R2 yang ditemui di controller PlayStation pada umumnya. Namun, di PS5, tombol tersebut bisa memberikan feedback berbeda tergantung intensitas penekanan. Misalnya ketika menembakkan busur panah, pengguna bisa menekan tombol trigger dengan kuat untuk melancarkan serangan yang kuat pula. Sebaliknya, pengguna bisa menekan tombol tersebut dengan perlahan agar tembakan tidak terlampau kencang atau keras.

Baik The Verge maupun Tech Radar sama-sama berkesimpulan PS5 berhasil membawa sejumlah peningkatan yang signifikan dibanding pendahulunya. Peningkatan utama tentu saja terlihat dari kinerja yang jauh meningkat, seperti waktu loading game yang terpangkas hingga menjadi hanya hitungan detik dan dukungan resolusi hingga 8K 60 fps dan 4k 120 fps. Kedua situs juga memuji DualSense dan tampilan antarmuka (UI) yang disebut lebih sederhana dan indah.

Sony PlayStation 5 secara resmi akan diluncurkan pada 12 November di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Sementara di beberapa negara lainnya, PS5 baru rilis sepakan kemudian atau 19 November. Belum dipastikan pula apakah Indonesia termasuk dari kategori “negara lainnya” tersebut.

Share yuk !