Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Nintendo secara resmi menghentikan produksi Wii U pada 31 Januari 2017, sekitar empat tahun setelah peluncuran konsol tersebut. Penghentian ini seiring diluncurkannya sang penerus, Nintendo Switch. Walau begitu, bukan berarti Nintendo melupakan konsol generasi kedelapannya itu.

Nintendo mengejutkan pemain yang masih “betah” bermain Wii U dengan merilis pembaruan sistem baru. Update ini membawa firmware konsol ke versi 5.5.5, yang dilaporkan membawa “peningkatan pada stabilitas dan kegunaan sistem”.

Komunitas gamer berspekulasi update tersebut adalah upaya terbaru dari Nintendo untuk mencegah perangkat kerasnya diretas dan dimodifikasi. Namun, dataminer OatmealDome telah menganalisis pembaruan dan percaya bahwa satu-satunya perubahan yang dibuat adalah kode verifikasi SSL Nintendo (yang memungkinkan browser webnya terhubung ke situs web yang aman).

Pembaruan sistem ini adalah yang pertama sejak pembaruan 5.5.4, yang diluncurkan pada 24 Juni 2019, lebih dari 20 bulan yang lalu. Update tersebut juga hanya diklaim menawarkan stabilitas sistem yang lebih baik.

Pembaruan sistem utama Wii U terakhir adalah versi 5.3.0 pada 10 November 2014, yang menambahkan menu pengaturan amiibo untuk memungkinkan pemain mendaftar, menghapus, atau mengatur ulang data amiibo. Sementara update sebelumnya, firmware 5.2.0 pada September 2014 memungkinkan pemain membuat folder di layar menu Wii U untuk pertama kalinya.

Dengan hanya terjual 13,56 juta unit di seluruh dunia, Wii U menjadi konsol Nintendo dengan penjualan terburuk. Nintendo lalu menggantikan Wii U dengan Switch, yang hingga 2020 lalu telah terjual 80 juta unit, melampaui rekor milik 3DS.

Share yuk !