Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Microsoft secara resmi meluncurkan dua model konsol game Xbox, Xbox Series X dan Xbox Series S pada Selasa (10/11/2020). Kehadiran Xbox series terbaru itu berjarak tujuh tahun setelah debut versi sebelumnya dan diharapkan dapat menangkap ledakan belanja konsumen game yang didorong oleh pandemi COVID-19.

Dikutip GAMEFINITY.ID dari Reuters, Xbox Series X yang diklaim Microsoft sebagai “konsol paling kuat di dunia” dipasarkan seharga USD499,99 dolar AS (sekitar Rp7 juta). Sementara Xbox Series S yang tidak memiliki disk drive dipasarkan dengan harga lebih rendah seharga 299,99 dolar AS (sekitar Rp4,2 juta).

Strategi ini menawarkan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen, tetapi Seri S yang lebih ringkas menghadapi kritik karena kurang bertenaga dibandingkan Seri X, dengan kapasitas penyimpanan yang lebih sedikit dan kurang grafis “ray tracing” yang canggih untuk game seperti Devil May Cry 5.

Perbandingan ukuran Xbox Series X dan S/Reuters

Xbox akan bersaing dengan Sony PlayStation 5, yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada Kamis (12/11/2020). PS5 secara luas dipandang akan memimpin balapan konsol saat ini karena basis penggemar yang lebih besar dan lebih banyak judul game eksklusif yang tersedia saat peluncuran.

Ini adalah pertama kalinya Microsoft meluncurkan konsol game-nya secara global pada hari yang hampir bersamaan. Microsoft mengatakan telah melihat jumlah prapemesanan yang tinggi untuk konsol Xbox di berbagai pasar. Sementara pasokan awal prapemesanan terjual dengan cepat, Microsoft mengatakan stok tambahan akan tersedia saat peluncuran.

Sementara itu, Microsoft Xbox Game Pass, layanan langganan dengan lebih dari 100 judul termasuk game baru, dipandang sebagai senjata terbesar Microsoft untuk memotong dominasi PlayStation. Game Pass telah berkembang pesat dengan lebih dari 15 juta pengguna sejak diluncurkan. Namun, Xbox dirasa kurang memiliki game yang “mematikan,” di mana game Halo terbaru justru harus diundur ke tahun depan dikarenakan pandemi melanda proses pengembangan.

“Setiap studio menghadapi tantangan dan kendala unik tergantung pada lokasi tertentu, dan banyak mitra pengembangan eksternal kami di seluruh dunia yang terkena dampak serupa,” ujar Direktur Xbox EMEA, Ryan Cameron.

Share yuk !