Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Maki Kaji, orang yang mempopulerkan permainan Sudoku dan dikenal sebagai Bapak Permainan Sudoku ini meninggal pada 10 Agustus yang lalu di usia 69 tahun karena kanker empedu yang dideritanya. Kabar duka ini disampaikan oleh perusahaan majalah teka-tekinya, Nikoli Co., pada Selasa (17/8) kemarin.

Walaupun Maki Kaji bukan pencipta langsung permainan sudoku, namun dia berjasa karena menciptakan nama Sudoku dan mempopulerkan permainan tersebut.

Maki Kaji menyempurnakan permainan teka-teki angka yang telah ada sebelumnya dan menamainya menjadi Sudoku. Sudoku sendiri adalah kependekan dari Suji wa Dokushin ni Kagiru, yang berarti “angka harus tetap tunggal”. Karena dianggap terlalu panjang, nama ini kemudian disingkat menjadi Sudoku seperti yang kita kenal sekarang ini.

Sudoku

“Kaji-san datang dengan nama Sudoku dan dicintai oleh penggemar puzzle dari seluruh dunia. Kami berterima kasih dari lubuk hati kami atas perlindungan yang telah Anda tunjukkan sepanjang hidupnya,” kata perusahaan majalah teka-tekinya, Nikoli Co.

Sebelum menjadi Sudoku, variasi teka-teki angka ini telah muncul di surat kabar Prancis pada abad ke-19, namun menghilang saat terjadinya Perang Dunia I. Sudoku modern diciptakan oleh arsitek Amerika, Howard Garns, dengan nama Number Place dan sempat dimuat di majalah Dell Pencil Puzzles and Word Games edisi Mei 1979.

Kaji mendirikan perusahaan majalah teka-tekinya, Nikoli pada tahun 1980 dan mulai menerbitkan Sudoku empat tahun kemudian. Hal ini membuat Sudoku menjadi sangat populer di Jepang. Baru pada tahun 2004, Sudoku mulai populer di luar Jepang setelah seorang asal Selandia Baru bernama Wayne Gould yang membeli buku Sudoku dan membuatnya menjadi sebuah software komputer. Tak sampai situ, Wayne Gould kemudian menperkenalkan Sudoku kepada majalah Inggris, The Times, yang akhirnya memuat permainan tersebut di majalahnya.

Sudoku

Sejak saat itu, permainan Sudoku menjadi sangat populer di dunia. Walau sudah populer, Kaji terus membuat dan menerbitkan permainan Sudoku di majalahnya. Dia mengundurkan diri sebagai kepala perusahaannya pada Juli yang lalu karena sakit hingga pada akhirnya meninggal pada 10 Agustus yang lalu.

“Saya tidak ingin hanya dikenal menjadi the godfather of sudoku, saya ingin menyebarkan kesenangan teka-teki sampai saya dikenal sebagai orang yang mendirikan genre teka-teki di Jepang,” kata Maji Kaji.

Share yuk !