Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Garena Free Fire atau biasa disebut Free Fire (sering disingkat FF) adalah permainan battle royale yang dikembangkan oleh 111 Dots Studio dan diterbitkan oleh Garena untuk Android dan iOS. Itu menjadi permainan seluler yang paling banyak diunduh secara global pada tahun 2019. Karena popularitasnya, permainan ini menerima penghargaan untuk “Best Popular Vote Game” oleh Google Play Store pada tahun 2019. Pada Mei 2020, Free Fire telah mencetak rekor dengan lebih dari 80 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia. Pada November 2019, Free Fire telah mendapat lebih dari US$1 miliar di seluruh dunia.

Game tersebut bisa terkenal dikarenakan size yang kecil dan juga gameplay yang mudah di pahami dan juga mudah di pelajari bahkan untuk newbie. Dengan auto aim dan fitur fitur yang ada di Free Fire membuat banyak orang suka bermain Free Fire terutama para anak kecil. Dalam fitur-fitur di Free Fire ada salah satu nya yaitu Fitur Emote yang membuat para anak kecil maupun remaja tertarik dengan game Free Fire.


Namun baru baru ini terdapat foto yang menunjukkan seorang anak kecil sedang melakukan emote yang sama dengan game Free Fire yaitu emote push-up pada saat melakukan sujud di dalam mesjid dalam keadaan berjamaah. Sama seperti penggemar Fortnite pada tahun 2018 yang hype melakukan emote di dalam game fornite tetapi trend itu sudah hilang dan di gantikan oleh Free Fire.

Memang fitur emote ini sangat mengundang banyak pemain untuk mengikuti gerakan dalam animasi tersebut dalam dunia nyata tidak hanya di Free Fire, PUBGM, CODM dan masih banyak lagi yang memiliki fitur emote yang menarik di masing masing game. Fitur Free Fire ini di jadikan sebagai kosmetik yang dapat di pakai dalam game.

Tetapi fenomena bocah yang melakukan emote push-up adalah kesalahan dari game tersebut atau kesalahan dari pemikiran anak tersebut ? dari segi game Free Fire yang dimainkan tidak ada kesalahan hingga membuat anak tersebut melakukan emote push up ketika sujud, tetapi karena pemikiran anak tersebut yang masih kecil karena masih dalam fase imitasi.


Sehingga dia tidak peduli apakah yang di lakukannya itu baik ataupun buruk, yang menjadikan itu adalah kesenangan mereka tersendiri ketika dapat menirukan emote dalam game kebanggaan nya. Sehingga mereka berani untuk menirukan emote dalam game Free Fire di dalam mesjid karena mereka belum bisa membedakan hal baik dan buruk, salah maupun benar. Karena hampir sepenuhnnya dipengarui oleh keinginan dan perasaan mereka.

Tetapi kejadian  bocah yang melakukan emote push-up yang viral tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor lingkungan. Misalnya, bisa jadi karena ada teman-temannya yang turut melakukan hal yang sama ataupun karena tantangan dari teman atau hanya ingin meniru teman yang melakukan hal yang sama.

Dengan fenomena seperti ini, tentu pasti banyak anak anak lain yang meniru hal tersebut,akan tetapi itu adalah hal yang salah untuk di lakukan dan harus mengetahui salah dan benar nya. Di sarankan untuk lebih bijaksana dalam memberikan pengertian terhadap anak anak yang melakukan hal tersebut karena itu adalah hal yang salah dan bukan pada tempat yang seharusnya.

Share yuk !