fbpx

Panic! At The Disco Bubar Setelah 19 Tahun Berkarier

Share artikel:

GAMEFINITY.ID, Bekasi – Ada kabar kurang menyenangkan dari industri musik. Grup band alternative rock asal Amerika Serikat, Panic! At The Disco memutuskan bubar. Kabar yang mengejutkan ini disampaikan langsung oleh sang vokalis, Brendon Urie, melalui akun Instagram @panicatthedisco. Nantinya band tersebut akan bubar setelah tur Eropa berakhir.

“Perjalanan yang luar biasa. Tumbuh di Vegas dan membawa kami ke banyak tempat di seluruh dunia. Namun suatu perjalanan harus diakhiri untuk memulai yang baru. Selama ini kami mencoba menyimpannya untuk diri kami sendiri, meskipun mungkin beberapa dari kalian pernah mendengarnya,” kata Brendon.

Panic! At The Disco pertama kali dibentuk oleh sekelompok remaja dari Las Vegas, Nevada pada tahun 2004. Remaja-remaja tersebut adalah Ryan Ross dan Spencer Smith. Lalu mereka berdua mengajak Brent Wilson dan Brendon Urie untuk bergabung bersama.

Awalnya Ryan Ross merupakan vokalis dan Brendon Urie sebagai back-up. Namun, Brendon kemudian menggantikan posisi Ryan karena kualitas vokalnya jauh lebih baik.

Baca juga: Ini Alasan Musik Indonesia Era 80-2000an Jadi yang Terbaik

Pada tahun 2005, mereka merilis album debutnya yang berjudul A Fever You Can’t Sweat Out. Lalu Panic! At The Disco baru mendapat popularitasnya melalui single lagu yang berjudul “I Write Sins Not Tragedies”. Bahkan lagu ini memperoleh triple platinum di Amerika Serikat.

Bongkar Pasang Personel Band Panic! At The Disco

Panic! At The Disco
LOS ANGELES DECEMBER 20 Panic at the Disco L to R Brendon Urie Ryan Ross Jon Walker and Spencer Smith film a music video for their new single Nine in the Afternoon on December 20 2007 in Los Angeles California Photo by Kevin WinterGetty Images for Atlantic Records

Namun, ketika berada di puncak popularitasnya, beberapa anggota Panic! At The Disco memutuskan untuk keluar. Anggota yang keluar pertama adalah Brent Wilson dan digantikan Jon Walken.

Beberapa tahun kemudian, Ryan Ross dan Jon Walken mendirikan sebuah band yang bernama The Young Veins pada tahun 2009. Panic! At The Disco menyisakan dua anggota saja Brendon Urie dan Spencer Smith. Kemudian mereka berdua merekrut anggota baru lagi bernama Dallon Weekes. Namun, pada tahun 2015 Spencer Smith mengundurkan diri.

Sang vokalis, Brendon Urie pun menjalankan Panic! At The Disco secara solo. Dallon pun diangkat menjadi anggota tur saja. Jadi Dallon hanya akan bermain di band ini saat menjalani tur.

Pencapaian Banyak yang Telah Dicapai

Panic! at The Disco

Hingga kabar pembubaran Panic! At The Disco ini, Brendon Urie menjadi satu-satunya anggota resmi yang masih tersisa. Belakangan ini, ia ditemani oleh sejumlah anggota tur, antara lain Nicole Row sebagai bassist, Mike Naran sebagai gitaris, dan Dan Pawlowich sebagai drummer.

Selama berkarier 19 tahun, Panic! At The Disco telah merilis tujuh album. Album yang dirilis yakni: A Fever You Can’t Sweat Out (2005), Pretty Odd (2008), Vices & Virtues (2011), dan Too Weird to Live, Too Rare to Die! (2013). Selain itu ada juga Death of A Bachelor (2016), Pray for the Wicked (2018), dan Viva Las Vengeance (2022).

Baca juga: Mengenal Duo YOASOBI Yang Sedang Hits Lebih Dalam

Brendon Urie mengucapkan terima kasih banyak untuk para penggemar yang sudah mendukung Panic! At The Disco selama ini. Dia sendiri akan menjadi ayah dan fokus terhadap keluarganya.

“Saya akan mengakhirinya dan memusatkan perhatian serta energi pada keluarga saya sendiri. Tidak akan ada lagi untuk Panic! At The Disco,” tutup Brendon Urie.

Kisah Bruno, Kapten Eruditio Rangers Mobile Legends

Share artikel:

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Mobile Legends, sebuah dunia yang dipenuhi dengan karakter unik dan kisah-kisah menakjubkan. Salah satu karakter yang penuh inspirasi adalah Bruno, kapten dari Eruditio Rangers dan seorang bintang sepak bola. Mari kita telusuri kisah Bruno yang penuh liku-liku ini.

Kisah Bruno Anak dari Desa Agelta Drylands

Kisah Bruno

Bruno lahir dan dibesarkan di Desa Agelta Drylands, di mana kehidupan masyarakatnya dipenuhi dengan kemiskinan. Namun, kehidupan sulit itu menjadi pemicu keinginannya untuk meraih kebebasan.

Bruno bergabung dengan karavan setelah mencapai usia yang tepat, bermimpi untuk melihat dunia. Namun, takdir berkata lain, kecelakaan tragis merampas kakinya dan kebebasannya.

Beruntung, saat karavan melewati Eruditio, Bruno diberi kesempatan kedua. Meskipun penuh risiko, Bruno tergerak oleh gairah kota tersebut dan memutuskan untuk mengambil kesempatan itu.

Hasilnya sungguh mengagumkan; bukan hanya Bruno mendapatkan kembali kakinya, tapi sekarang ia lebih cepat daripada sebelumnya. Alih-alih melanjutkan perjalanannya, ia memutuskan untuk tinggal di Eruditio dan menjadi pelindungnya.

Baca juga:

Bruno Sang Kapten Eruditio Rangers – Kisah Bruno

Bruno Vanguard Elite

Sebagai kapten Eruditio Rangers, Bruno sibuk dengan tugasnya, tetapi ia selalu menyempatkan waktu untuk bermain sepak bola dengan anak-anak di pasar. Selalu ceria dan antusias, Bruno menjadi idola bagi anak-anak tersebut.

Mereka suka mendengarkan kisah-kisah Bruno tentang masa lalunya dan bagaimana ia menjadi ahli sepak bola.

Setiap kisah Bruno dimulai dengan kutipan dari lagu anak-anak:

“Jika kau belum merasakan setiap butir pasir di bawah kakimu, maka kau belum merasakan kebebasan sejati.”

Lagu ini populer di Agelta Drylands, dan Bruno menghafalnya sejak kecil. Lagu ini membentuk pribadi Bruno, yang berniat menjelajahi setiap sudut Land of Dawn dengan kedua kakinya, menyentuh setiap butir pasir, dan menemukan kebebasan sejati.

Tragedi yang Mengubah Hidup Bruno

Bruno Street Football

Bruno bekerja di karavan milik sahabat lamanya, Thiago, yang melakukan perjalanan antara Agelta dan Kekaisaran Moniyan.

Meski pekerjaan itu berat, Bruno menikmatinya karena eksitasi perjalanan melebihi kesulitan yang dihadapinya. Namun, nasib buruk menimpanya saat karavan berhenti di Firewind Valley.

Dalam sebuah kecelakaan tragis, Bruno mengorbankan kakinya untuk menyelamatkan Thiago. Meskipun hidupnya diselamatkan, ia tidak dapat berjalan lagi.

Karavan pemiliknya tergerak oleh keberanian Bruno dan memutuskan untuk membiarkannya tetap bersama karavan sebagai tanda terima kasih.

Pemberian Kesempatan Kedua di Eruditio

Bruno The Falcon

Suatu hari, karavan berhenti di Eruditio, di mana Bruno bertemu dengan seorang peneliti robotik terkemuka. Sang peneliti tertarik pada kisah Bruno dan menawarkan kesempatan untuk menguji prototipe prostetik berbasis teknologi Starlium. Meskipun eksperimental, Bruno setuju untuk menjadi subjek uji coba.

Setelah operasi yang berhasil, Bruno berdiri untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Meski tidak bisa berlari seperti dulu, tekadnya untuk melindungi Eruditio semakin membara. Ia memutuskan untuk tinggal di kota tersebut dan menjaga segala sesuatu yang diwakilinya.

Pesan Inspiratif dari Bruno

Bruno Firebolt

Kisah Bruno mengajarkan kita tentang keberanian, ketekunan, dan makna sejati kebebasan. Seperti kata Bruno sendiri, “Jika kau belum merasakan setiap butir pasir di bawah kakimu, maka kau belum merasakan kebebasan sejati.”

Bruno menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menghadapi tantangan dan mengikuti impian kita, sekaligus menjadi pelindung bagi kota yang dicintainya, Eruditio.

Baca juga:

Demikian pembahasan Kisah Bruno, Kapten Eruditio Rangers Mobile Legends. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.