Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Sebanyak 400 juta data pengguna Twitter diduga beredar di dunia maya. Diketahui data tersebut dijual oleh seorang Hacker bernama Ryushi di sebuah forum jual beli data atau Breached Forums. Kejadian diatas bukanlah hal yang pertama kalinya, sebelumnya sebanyak 279 juta data diduga milik pengguna BPJS juga beredar di jagat maya.

Menanggapi bocornya data pengguna BPJS, Dewan Pengawas BPJS juga telah bekerjasama dengan kepolisian guna mengusut kebenaran informasi tersebut. Diketahui data yang bocor mencakup informasi pribadi anggota kepolisian serta TNI yang terdiri atas nama lengkap, NIK KTP, nomor telepon, email, NID, serta alamat yang bersangkutan.

Hacker Ryushi Peras Twitter, Minta Tebusan 3,1 Milyar Agar Data Tidak Disebarluaskan

Mengutip Kompas Tekno, pada situs jual beli data yang dibocorkan tersebut mencakup username Twitter, email, jumlah followers, tanggal akun tersebut dibuat sampai dengan nomor telepon pengguna. Beberapa diantaranya merupakan figur publik, seperti mantan presiden Amerika Donald Trump, musisi Charlie Puth, CEO Google Sundar Pichai, dan lain sebagainya sampai beberapa perusahaan terkenal SpaceX dan WHO.

Baca juga: PC Dengan Port Tipe C Siap Kuasai Pasar Komputer Dunia

Ryushi juga meminta Twitter untuk memberikan uang tebusan sebesar 3,1 milyar rupiah agar data tersebut tidak jadi disebarluaskan ke publik. Sebaliknya apabila tidak, data yang terlanjur disebarkan tersebut akan dijual dengan harga 940 juta rupiah per kopi data. Ryushi juga mengancam bahwa Twitter juga akan dikenai denda oleh badan perlindungan data pribadi Eropa GDPR.

“Apabila Elon Musk ataupun pengguna Twitter membaca ini, maka denda sebesar 3 milyar rupiah tersebut akan hangus. Solusi yang diberikan adalah dengan membeli data-data ini.” Kata Ryushi.

Menanggapi kebocoran data pengguna serta ancaman Ryushi, pihak Twitter belum juga mengonfirmasi kebenaran data tersebut. Namun Aaron Gal, peneliti siber dari Hudson Rock mengklaim bahwa data tersebut diantaranya asli.

Ryushi juga menggarisbawahi bahwa data yang dibocorkan olehnya belum tentu memang berasal dari pengguna tersebut.

Gunakan API Lawas

Account Blocked by Hacker
Ilustrasi akun dibajak

Hacker Ryushi rupanya telah mengumpulkan data pengguna tersebut melalui bug pada API versi lama Twitter walau pihak Twitter telah memperbarui versi mereka dengan yang lebih baru pada bulan Januari 2022 yang lalu. Pada beberapa waktu yang lalu Twitter juga sempat digegerkan dengan adanya 5,4 juta data yang bocor. Beruntung sang Hacker hanya menyimpannya di lokasi rahasia yang hanya Hacker tahu.

Share yuk !