Share yuk !

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – The Australian Classification Board baru saja merilis daftar dimana anime How NOT to Summon a Demon Lord atau Isekai Maou to Shoukan Seasons 2 ditolak klasifikasi dan penayangannya di Australia yang tayang di TV rumah, namun penonton dapat menontonnya secara streaming.

How NOT to Summon a Demon Lord merupakan salah satu novel yang bersumber dari seri Light Novel dengan judul yang sama. Anime-nya dirilis perdana pada Juli 2018 yang digarap oleh studio Ajia-do Animation Works.

Anime yang bercerita tentang seorang pemuda sepuh gamers game MMORPG yang merasa bosan karena terlalu kuat, dan tidak disangka dirinya ter summon kedalam game yang dia mainkan sebagai Diablo, karakter Demon Lord miliknya sendiri.

Baca juga: Avatar Generations Kini Buka Pra-Registrasi di Mobile

Alasan Penolakan Isekai Maou to Shoukan Seasons 2

Isekai Maou to Shoukan Seasons 2

Menurut The Australian Classification Board judul yang di tolak ini di klasifikasikan sebagai serial yang tidak dapat dijual, disewa, diiklankan, atau diimpor secara legal di Australia. Dewan memberikan penolakan ini tanpa alas an yang lebih jelas sejauh ini. Diperhatikan bahwa anime ini berisi konten yang diluar standar komunitas yang diterima secara umum.

Dewan membatasi seasons pertama dari anime yang berjudul Jepang Isekai Maou to Shoukan sebagai MA 15+ untuk tema dalam ranah seksual yang kuat pada Oktober 2019. Serial ini juga secara hukum dibatasi untuk orang berusia diatas 15 tahun, namun tersedia untuk dijual.

How NOT to Summon Demon Lord Omega atau seasons 2 ditayangkan perdana pada April 2021. Anime ini menampilkan adegan nudity yang ringan, dan tersedia dalam bentuk sensor dan non-sensor.

Beberapa Seri yang Turut Ditolak Tayang di Australia, Ada NGNL

How NOT to Summon a Demon Lord Seasons 2

Dewan juga menolak klasifikasi volume pertama, kedua, dan kesembilan dari seri Light Novel No Game No Life Yuu Kamiya pada Agustus 2020. The Australian political party Centre Alliance mengajukan klasifikasi volume novel ini.

Buku Kinokuniya Sydney mengungkapkan kepada ANN akhir bulan itu bahwa mereka menghapus 7 judul manga untuk dijual menyusul keluhan tertulis dari legislator Australia Selatan, Connie Bonaros.

Toko buku itu menyatakan bahwa penghapusan itu bukan karena tekanan politik, melainkan karena Badan Klasifikasi Australia menentukan bahwa judul-judul yang tertera tersebut perlu dilakukan pengajuan ulang dengan undang-undang  klasifikasi negara tersebut.

Update informasi menarik lainnya seputar anime dan game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Share yuk !