Share yuk !

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Efek jangka panjang dari pandemi beberapa waktu yang lalu begitu terasa sampai saat ini. salah satunya pada industri video game, karena terjadinya penundaan produksi pada perangkat game yang terhambat distribusi pada bahan dan komponen. Begitu pula dengan Nintendo, akibat dari penundaan tersebut, perusahaan tersebut mencatat kerugian yang ditaksir  hingga 45 jutaan unit.

Baru–baru ini presiden direktur Nintendo, Shuntaro Furukawa mengatakan kalau perusahaan tidak akan menaikkan harga ritel Nintendo Switch meskipun biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit guna menghindari harga yang lebih tinggi.

Berita terkait: Nintendo Tunda Sementara Produksi Unit Barunya

Mengikuti Keputusan Meta, Nintendo Memutuskan Untuk Tidak Menyesuaikan Harga Pasar

Nintendo Switch Lite
Perangkat Switch Lite

Dilansir dari Nikkei, Menurut Furukawa Nintendo sedang tidak berencana untuk menyesuaikan harga unit untuk mengimbangi naiknya biaya produksi dan pengiriman barang. Pernyataan tersebut mengikuti keputusan Meta untuk menaikkan harga Meta Quest 2 sebesar US$ 100 atau Rp 1.500.000 sebagai biaya pembuatan dan pengiriman produk yang telah naik tersebut.

“Kami tidak mempertimbangkan kenaikan harga pada saat ini, dikarenakan pertama menurut Furukawa untuk menawarkan hiburan yang unik kepada para pengguna, kami menghindari harga yang lebih mahal. Persaingan kami adalah hiburan di dunia yang bervariasi, dan kami selalu memikirkan harga dengan tujuan nilai kesenangan yang kami tawarkan” lanjutnya.

“Termasuk juga pada perangkat lunak. Sejauh ini Nintendo telah menjual unitnya sebanyak 100 juta, dan sangat penting untuk menjaga momentum bisnis kami secara keseluruhan. Pada umumnya, nilai tukar Yen yang lemah membuat transaksi domestik pada Nintendo Switch menjadi kurang menguntungkan.” Tutup Furukawa.

Furukawa juga mengungkapkan kalau seri OLED nya menjadi seri yang paling kurang menguntungkan, dan tidak dapat membantu menutupi biaya yang telah meningkat tersebut. “ Kami juga sedang memikirkan apa yang bisa kami lakukan. “ kata Furukawa

 “Kami melihat bahwa lemahnya mata uang Yen sebagai keuntungan bagi Nintendo sejak sebagian besar penjualan tersebut berasal dari luar negeri, akan tetapi biaya untuk promosi dan staff kami juga bakal meningkat. Kami juga melakukan lebih banyak pembelian inventaris dalam bentuk mata uang asing untuk mengatasinya.”

Penjualan Menurun, Fokus Nintendo Hanya Pada Tiga Jenis Unit Switch Saja

Pernyataan tersebut juga didasari pada menurunnya angka penjualan unitnya  sebesar 23 persen berdasarkan volume pada bulan April sampai dengan Juni dikarenakan defisit pada komponen semi konduktor dan suku cadang lainnya. Ia mengharapkan penurunan pada laba bersih tahun fiskal sebanyak 29 persen  yang berakhir Maret 2023 nanti. Meski Nintendo berencana menjual unitnya sebanyak 21 juta buah.

Sehubungan dengan langkanya komponen semikonduktor tersebut, Furukawa optimis keadaan tersebut bakal membaik di pertengahan musim panas ini. Akan tetapi ia masih belum terlalu yakin dan Nintendo juga belum dapat memastikan prospek tersebut untuk menjual Switch di luar tahun fiskal ini.

Fokus Nintendo untuk saat ini hanya pada tiga jenis unit saja, diantaranya Switch Standar, Switch Lite, dan yang terakhir adalah model OLED. Suatu saat kondisi bisa berubah akan tetapi Nintendo terus berkomitmen tetap pada jalannya saat ini.

“Saya tidak dapat mengatakan secara spesifik apa yang kurang saat ini. Nintendo hanya akan menjual tiga jenis : Standar, Lite, dan OLED. Kami akan menyusun strategi dengan harga sesuai untuk beberapa waktu kedepan”

Furukawa melihat dengan menjaga  harga tetap rendah tidak memengaruhi kemampuan Nintendo untuk mendapatkan suku cadang tersebut, hanya saja permintaan akan melebihi pasokan. Ia yakin beberapa game baru yang akan dirilis nanti seperti Splatoon 3 dapat mengatasi situasi sulit ini.

Share yuk !